Example floating
Example floating
NEWS

Strategi Baru Hilirisasi Logam Tanah Jarang: Unhas Siap Jadi Pusat Pengembangan Teknologi dan SDM Kawasan Timur

43
×

Strategi Baru Hilirisasi Logam Tanah Jarang: Unhas Siap Jadi Pusat Pengembangan Teknologi dan SDM Kawasan Timur

Sebarkan artikel ini
0-4096x1872-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:2 scene:2 humanIn:0;
Example 468x60

MAKASSAR, INFOCHANNEL — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Energi Nasional (DEN) mempercepat langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Tanah Air. Dalam kerangka kebijakan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi diposisikan sebagai pusat atau hub utama guna mengintegrasikan riset, penguasaan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan timur Indonesia.

LTJ sebagai “Vitamin” Penggerak Teknologi Maju

Example 300x600

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Surono, mengibaratkan LTJ sebagai “vitamin” bagi industri teknologi modern. Meskipun volume kebutuhannya relatif kecil dan tidak seperti komoditas pangan, substansi mineral ini memegang peranan yang sangat urgen dan strategis, mulai dari bahan baku kendaraan listrik hingga efisiensi insinerator.

Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia harus keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah agar tidak hanya menjadi penonton dalam rantai pasok teknologi global.

Komitmen Ketat Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat

Menjawab kekhawatiran publik mengenai dampak ekologis, Surono memastikan bahwa seluruh rangkaian penambangan LTJ—termasuk proyeksi eksplorasi di Mamuju—wajib melalui uji kajian lingkungan yang ketat dan berlapis di kementerian terkait, dari tahap awal penambangan hingga proses reklamasi. Di samping itu, ia menekankan agar masyarakat lokal di sekitar kawasan tambang mendapat perhatian serius dan ikut menikmati kesejahteraan ekonomi dari hasil kekayaan alam tersebut.

Sinergi Pentahelix dan Peran Strategis Unhas

Hal terssbut dikatakan Surono usai menjadi pematero pada acara Simposium Nasional Senin (12/10/2026) di Ruang Senat Rektorat Unhas.

 

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM, Prof. Dr. Tirta Nugraha Mursitama, Ph.D., menjelaskan bahwa inisiatif ini melibatkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan NGO.

Dengan menunjuk Unhas sebagai hub di kawasan timur, jaringan perguruan tinggi nasional didorong untuk memperkuat transfer teknologi. Pemerintah juga mewajibkan para investor untuk tidak hanya mengejar profit, melainkan turut berkontribusi nyata dalam pembangunan fasilitas fisik dan pengembangan SDM di Indonesia.

Akselerasi Target Lewat Kerja Sama Internasional

Guna mengejar ketertinggalan teknologi dari negara-negara yang telah lebih dulu maju seperti Cina sejak era 1980-an, pemerintah memperluas jejaring global. Salah satunya melalui kerja sama dengan Sustainable Mining Institute di University of Queensland (UQ) Australia yang memiliki rekam jejak panjang di sektor pertambangan berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas institusi bersama Badan Industrial Mineral (BIM), unsur militer, dan instansi terkait lainnya, target waktu eksplorasi yang normalnya memakan waktu hingga enam tahun dipangkas secara drastis menjadi hanya satu tahun. Langkah akselerasi ini diharapkan mampu mewujudkan visi besar hilirisasi nasional yang berlandaskan semangat “kaya bersama, sejahtera bersama, dan pintar bersama”.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *