INFOCHANNEL.ID MAKASSAR, Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk insiden penyerangan asrama yang terjadi baru-baru ini.
Camat Makassar, Tri Sugiarto Burhan menyatakan bahwa posko pengamanan didirikan secara khusus di lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik krusial bentrokan antarwarga. Untuk menunjang pengawasan, pihak kecamatan menggandeng jajaran RT dan RW di wilayah rawan seperti Kelurahan Bara-Baraya, Maccini, hingga Maradekaya.
“Kami mengimbau dan mengatur seluruh RT dan RW di wilayah setempat untuk bergiliran menjaga posko setiap malam secara bergantian,”
Selain mendirikan posko pengamanan, Pemerintah Kecamatan Makassar juga menerapkan imbauan pembatasan aktivitas warga pada malam hari.
Ia menegaskan, seluruh warga diharapkan sudah tidak lagi berkumpul di tepi jalan umum setelah pukul 22.00 WITA. Kerumunan massa di area publik pada malam hari dinilai menjadi salah satu pemicu utama timbulnya gesekan dan bentrokan antarkelompok.
“Guna menghindari terjadinya perang kelompok berulang, kami meminta seluruh warga agar pada pukul 22.00 WITA sudah meninggalkan area pinggir jalan dan kembali ke rumah masing-masing. Kerumunan di pinggir jalan ini sangat rentan memicu aksi saling serang,” tegasnya.
Melalui langkah kombinasi antara posko siaga warga dan pembatasan jam malam ini, Pemerintah Kecamatan Makassar berharap situasi kondusif di wilayahnya dapat kembali terjaga serta mencegah timbulnya korban jiwa maupun kerusakan material akibat bentroka


















