INFOCHANNEL.ID MAKASSAR — Jajaran Pemerintah Kota Makassar bersama kepolisian dari Polrestabes Makassar mengambil langkah tegas sekaligus persuasif dengan turun langsung menemui warga di kawasan Abubakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Kota Makassar. Kehadiran para pejabat daerah dan aparat keamanan ini bertujuan untuk berdialog langsung dengan masyarakat guna meredam serta mencegah berulangnya aksi tawuran atau perang kelompok yang sempat meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir.
Kegiatan tatap muka tersebut dihadiri oleh unsur Tripika, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuka adat, hingga jajaran aparat keamanan dan warga setempat.
Apresiasi Pengamanan dan Imbauan Bahaya Senjata Tajam
Dalam kesempatan tersebut, Camat Makassar, Tri Sugiarto Burhan, S.TP., M.AP., menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran kepolisian atas pengamanan intensif yang diberikan selama beberapa minggu terakhir. Langkah cepat pengamanan dari personel Polres, Polsek, hingga dukungan Polda dan Satpol PP berhasil mengurai potensi bentrokan dengan cepat.
Tri Sugiarto juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak bahaya fatal dari penggunaan senjata tajam maupun busur, serta berharap kehadiran aparat dapat memberikan rasa aman dan energi positif bagi lingkungan warga.
Dorongan Kolaborasi dan Menghidupkan Rumah Ibadah
Mewakili Pemerintah Kota Makassar, Kepala Kesbangpol Kota Makassar, Dr. Ir. Fathur Rahim, ST., MT., IAI, menyampaikan pesan dan apresiasi dari Wali Kota Makassar atas terselenggaranya silaturahmi Kamtibmas ini.
Ia menegaskan bahwa menjaga ketenteraman wilayah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan semata tugas kepolisian atau pemerintah. Fathur Rahim juga mendorong warga untuk menghidupkan kegiatan keagamaan di masjid-masjid serta mempererat semangat gotong royong sebagai benteng pertahanan sosial lingkungan.
Pesan Menohok Kapolrestabes Makassar: Jaga Nama Baik Kota dan Tindak Tegas Pelaku
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., mengawali dialog dengan menyampaikan pantun keakraban untuk mencairkan suasana. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, mengingat mayoritas warga Makassar adalah Muslim yang sepatutnya meneladani sikap saling menyayangi.
Kombes Pol Arya Perdana menyayangkan aksi perselisihan yang sering kali dipicu oleh permasalahan pribadi dari satu atau dua individu namun merembet hingga melibatkan banyak orang. Beliau membeberkan keprihatinannya atas fakta bahwa sebagian besar pelaku tawuran masih tergolong anak di bawah umur (usia 12–17 tahun).
“Coba bayangkan anak-anak yang masih kecil… Bayangkan kalau mereka harus masuk ke kantor polisi, masuk dalam penjara, mau jadi apa?” ujar Kombes Pol Arya Perdana.
Kapolrestabes Makassar memaparkan dampak negatif tawuran terhadap citra dan perekonomian Kota Makassar. Menurutnya, narasi ketidakamanan di media sosial dapat merugikan seluruh warga karena menghambat masuknya investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga pencarian kerja bagi pemuda Makassar di luar daerah.
Sebagai langkah penegakan hukum, ia menegaskan bahwasanya warga yang tertangkap melakukan aksi tawuran tidak akan langsung dipulangkan, melainkan akan diberikan pembinaan berdisiplin tinggi serta catatan kepolisian yang berpengaruh pada pengurusan SKCK dan administrasi di masa depan. Langkah tersebut disetujui secara antusias oleh warga yang hadir.
Layanan Pengaduan 110
Mengakhiri arahannya, Kapolrestabes Makassar mengimbau warga agar memanfaatkan layanan darurat kepolisian untuk laporan gangguan Kamtibmas.
“Kalau permasalahan jodoh, enggak bisa, ya. Atau permasalahan kurang duit, ah itu juga belum bisa, ya. Tapi permasalahan situasi kamtibmas, silakan sampaikan di 110. Ini sudah dibuka line-nya ke seluruh Indonesia; jadi, Bapak, Ibu tiga kali berdering, itu sudah langsung diangkat oleh anggota kepolisian,” tuturnya.
Dengan adanya dialog dan kesepakatan bersama ini, seluruh pihak berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah Ablam secara berkelanjutan tanpa adanya aksi tawuran di masa mendatang.


















