Example floating
Example floating
BISNIS

Properti Makassar Masih Prospektif, Desa Hijau 2 Tambah Pasokan Hunian

94
×

Properti Makassar Masih Prospektif, Desa Hijau 2 Tambah Pasokan Hunian

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INFOCHANNEL.ID, MAKASSAR Optimisme terhadap pasar hunian di Makassar dan kawasan sekitarnya terus dijaga pengembang. Salah satunya ditunjukkan Desa Hijau 2 yang resmi memperkenalkan show unit Tipe 86, sekaligus memperkuat strategi pengembangan kawasan hunian berbasis komunitas.

Kehadiran show unit tersebut tidak sekadar menjadi etalase produk, tetapi menjadi bagian dari strategi pengembang untuk memberikan gambaran nyata kepada calon konsumen mengenai desain, tata ruang, kualitas bangunan hingga kenyamanan hunian sebelum mengambil keputusan pembelian.

Example 300x600

Langkah ekspansi ini berlangsung di tengah kondisi ekonomi Sulawesi Selatan yang masih menunjukkan pertumbuhan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulsel pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year-on-year).

Secara kuartalan, ekonomi Sulsel bahkan tumbuh 6,09 persen, dengan lapangan usaha konstruksi menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 18,08 persen secara q-to-q.

Kondisi tersebut memberikan konteks positif bagi pengembangan sektor properti dan konstruksi, meski daya beli serta kemampuan pembiayaan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam keputusan membeli rumah.

Sudah Dihuni 200 KK, Desa Hijau 2 Siapkan Ekspansi

Komisaris Sri Muljhati Tahir Desa Hijau 2 mencatat kawasan tersebut saat ini telah dihuni sekitar 200 kepala keluarga (KK).

Pertumbuhan komunitas penghuni tersebut menjadi salah satu indikator yang mendorong pengembang untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap.

Ke depan, Desa Hijau 2 menargetkan penambahan hingga 350 unit rumah. Dari rencana tersebut, sekitar 60 unit saat ini berada dalam tahap pembangunan aktif, sementara hampir 100 unit lainnya telah dipersiapkan untuk dibangun.

Sri melihat kebutuhan hunian tidak lagi hanya berkutat pada jumlah unit, tetapi juga bagaimana kawasan mampu membentuk lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan memiliki karakter komunitas.

Karena itu, strategi pengembangan Desa Hijau 2 diarahkan untuk menyediakan pilihan rumah dengan rentang tipe dan harga yang lebih beragam.

Tujuh Pilihan Tipe, dari Hunian Kompak hingga Tipe Besar

Desa Hijau 2 menawarkan sejumlah pilihan tipe rumah, mulai dari Tipe 33, 39, 48, 54, 60, 86 hingga 112.

Rentang tersebut membuat produk dapat menyasar beberapa segmen konsumen, mulai dari pasangan muda atau keluarga kecil hingga konsumen yang membutuhkan ruang lebih besar.

Salah satu produk yang kini diperkenalkan adalah Tipe 86, yang dipasarkan mulai sekitar Rp700 jutaan, dengan estimasi angsuran mulai Rp4 jutaan per bulan, sesuai skema pembiayaan dan profil konsumen.

Show unit Tipe 86 sekaligus menjadi upaya pengembang memperlihatkan bahwa rumah di kelas tersebut tidak hanya menawarkan luas bangunan, tetapi juga pengalaman tinggal yang menjadi pertimbangan semakin penting bagi konsumen properti.

DP Rp5 Juta All-in, Pengembang Dorong Akses Kepemilikan

Dari sisi pemasaran, Desa Hijau 2 juga menghadirkan program yang diarahkan untuk menekan hambatan awal konsumen dalam membeli rumah.

Salah satu program yang ditawarkan adalah DP Rp5 juta all-in, dengan sejumlah fasilitas tambahan seperti free kanopi, pompa air, tandon serta sistem CCTV.

Program promo tersebut disebut berlaku hingga September 2026.

Skema seperti ini menjadi relevan di tengah pasar properti yang semakin sensitif terhadap kemampuan pembayaran awal. Bagi konsumen, besarnya uang muka dan biaya awal kerap menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum mengajukan pembiayaan rumah.

Momentum Pembiayaan Properti Masih Terbuka

Dari sisi pembiayaan, kondisi perbankan juga menunjukkan ruang yang relatif positif. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 mencapai 12,67 persen secara tahunan, meningkat dari 11,51 persen pada Mei 2026.

BI juga mencatat kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) diarahkan untuk mendorong pembiayaan sejumlah sektor prioritas, termasuk konstruksi, real estate dan perumahan.

Artinya, momentum pertumbuhan properti tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik kawasan, tetapi juga oleh kemampuan industri perbankan menyediakan pembiayaan yang dapat dijangkau masyarakat.

Bagi pengembang, kondisi tersebut menjadi peluang untuk menawarkan produk yang memiliki kombinasi antara harga, desain, fasilitas dan skema pembayaran.

Insentif PPN Rumah Jadi Faktor Pendukung

Pasar properti nasional juga mendapat dukungan kebijakan pemerintah melalui PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 2026.

Berdasarkan PMK Nomor 90 Tahun 2025, pemerintah menanggung 100 persen PPN terutang atas bagian harga jual sampai Rp2 miliar untuk rumah tapak atau satuan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp5 miliar, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Insentif tersebut berlaku untuk penyerahan yang memenuhi ketentuan selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2026.

Kebijakan tersebut dirancang pemerintah untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan dan ekonomi secara lebih luas.

Namun, calon konsumen tetap perlu memastikan terlebih dahulu apakah unit yang dibeli dan transaksi yang dilakukan memenuhi seluruh persyaratan untuk memperoleh fasilitas PPN DTP.

Properti Bukan Sekadar Rumah, tetapi Ekosistem Ekonomi

Ekspansi Desa Hijau 2 juga memperlihatkan bagaimana pembangunan kawasan hunian memiliki efek ekonomi yang lebih luas.

Pembangunan rumah menciptakan permintaan terhadap tenaga kerja konstruksi, material bangunan, jasa arsitektur dan desain, instalasi listrik, sanitasi, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga setelah kawasan mulai dihuni.

Ketika jumlah penghuni bertambah, aktivitas ekonomi turunan juga berpotensi berkembang di sekitar kawasan, mulai dari perdagangan, jasa, kuliner hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Dengan sekitar 200 KK yang telah menghuni dan rencana pengembangan menuju 350 unit, Desa Hijau 2 berupaya membangun bukan hanya deretan rumah, tetapi sebuah komunitas hunian yang berkembang secara bertahap.

Peluncuran show unit Tipe 86 menjadi salah satu langkah pengembang untuk memperkuat posisi tersebut sekaligus menangkap peluang pertumbuhan pasar properti Makassar di tengah momentum ekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor perumahan.

Bagi calon konsumen, tantangan berikutnya adalah memastikan pilihan rumah sesuai dengan kebutuhan, kemampuan cicilan, kualitas bangunan, legalitas, fasilitas kawasan serta prospek lingkungan dalam jangka panjang.

Sebab pada akhirnya, rumah bukan hanya soal harga dan cicilan, tetapi juga soal nilai aset, kenyamanan hidup dan kualitas kawasan dalam jangka panjang.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *