Example floating
Example floating
OLAHRAGA

Era Baru Porserosi Makassar Dimulai, Firman: Tiga Tahapan Jadi Target Utama

84
×

Era Baru Porserosi Makassar Dimulai, Firman: Tiga Tahapan Jadi Target Utama

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INFOCHANNEL.ID, MAKASSAR — Medali tidak lahir hanya dari latihan. Di balik atlet sepatu roda yang berprestasi, dibutuhkan organisasi yang kuat, pelatih berkualitas, kompetisi rutin, dan fasilitas yang memadai.

Berangkat dari tantangan itu, Porserosi Makassar memasuki periode 2026–2030 dengan target membangun fondasi baru pembinaan atlet hingga siap bersaing di level nasional.

Example 300x600

Pengurus Kota Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Makassar periode 2026–2030 resmi memulai masa kepengurusan baru.

Momentum tersebut ditandai dengan penyerahan bendera pataka oleh Wakil Ketua Porserosi Sulawesi Selatan, M. Iqbal Fachruddin.

Kepengurusan baru tidak ingin menjadikan pelantikan sekadar pergantian struktur organisasi. Sejumlah agenda strategis telah disiapkan untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membangun ekosistem olahraga sepatu roda yang lebih profesional di Kota Makassar.

Wakil Ketua Porserosi Sulsel, M. Iqbal Fachruddin, mengapresiasi langkah cepat pengurus baru dalam melakukan konsolidasi internal.

Menurutnya, organisasi tingkat kota memiliki peran penting dalam memastikan pembinaan dan kompetisi berjalan secara berkesinambungan.

“Pengurus provinsi yang telah terbentuk siap memberikan dukungan yang lebih jelas dan terarah. Harapan kami, kekompakan tetap terjaga dan agenda pertandingan terus berjalan secara konsisten,” ujar Iqbal.

Tiga Tahap Menuju Prestasi

Ketua Porserosi Makassar terpilih, Firman Setiawan, telah menyiapkan roadmap pembinaan yang dibagi dalam tiga tahapan, yakni Build, Develop, dan Achieve.

Tahap pertama adalah Build pada 2026. Fokusnya membangun fondasi organisasi dan sistem pembinaan.

Sejumlah agenda yang masuk dalam tahap ini antara lain pengusulan keanggotaan KONI Makassar, penguatan branding digital, pemetaan fasilitas latihan, pelatihan lisensi wasit dan pelatih, serta penyelenggaraan kejuaraan tingkat kota.

Langkah tersebut penting karena pembinaan atlet tidak cukup hanya mengandalkan latihan. Atlet membutuhkan pelatih yang kompeten, wasit yang memahami regulasi, fasilitas yang memadai, serta kompetisi yang rutin untuk mengukur perkembangan kemampuan.

Memasuki 2027, Porserosi Makassar memasuki fase Develop. Organisasi akan mendorong pembinaan atlet secara berjenjang, memperkuat manajemen klub, meningkatkan kualitas pelatih, dan memperbanyak agenda kompetisi.

Selanjutnya, 2028 menjadi fase Achieve, dengan target pencapaian prestasi optimal, kesiapan menjadi tuan rumah event berskala nasional, serta pemenuhan sarana dan prasarana yang mengacu pada standar nasional.

Roadmap tersebut menjadi upaya Porserosi Makassar untuk membangun pembinaan dalam jangka menengah, sehingga atlet tidak hanya dipersiapkan ketika menghadapi kejuaraan.

Poprov 2026 Jadi Ujian Pertama

Kepengurusan baru kini langsung menghadapi agenda penting. Porserosi Makassar akan mempersiapkan kontingen menghadapi Poprov 2026 di Sengkang dan Bone.

Sebelum masuk ke persiapan teknis, pengurus akan menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk mematangkan program pembinaan sekaligus menyusun agenda organisasi.

Poprov 2026 akan menjadi salah satu tolok ukur awal bagi kepengurusan baru dalam melihat kekuatan atlet dan efektivitas pembinaan yang selama ini berjalan.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan dukungannya terhadap pengembangan olahraga sepatu roda.

Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Muh. Zein Zico Andi Lolo, mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan Porserosi Makassar.

“Kami di Dispora Makassar berkomitmen mendukung penuh kepengurusan baru Porserosi Makassar. Kami berharap sinergi ini dapat mendorong olahraga sepatu roda berkembang semakin pesat, melahirkan bibit-bibit atlet potensial, dan pada akhirnya menjadikan sepatu roda sebagai salah satu cabang olahraga kebanggaan warga Kota Makassar,” tegasnya.

Tantangan Bukan Hanya di Lintasan

Dengan roadmap yang telah disiapkan, pekerjaan rumah Porserosi Makassar tidak hanya berada di lintasan pertandingan.

Organisasi perlu memastikan proses regenerasi berjalan, klub mendapatkan pembinaan, pelatih dan wasit terus meningkatkan kapasitas, serta atlet memiliki ruang kompetisi yang cukup.

Ketersediaan fasilitas latihan juga menjadi bagian penting agar pembinaan dapat dilakukan secara konsisten.

Karena itu, sinergi antara Porserosi Makassar, Porserosi Sulsel, pemerintah daerah, klub, pelatih, atlet dan pihak terkait menjadi faktor penting dalam mewujudkan target tersebut.

Kepengurusan periode 2026–2030 kini memiliki waktu untuk membuktikan apakah roadmap Build, Develop, Achieve mampu diterjemahkan menjadi program nyata.

Jika konsistensi pembinaan terjaga, Porserosi Makassar tidak hanya ditargetkan mampu melahirkan atlet untuk Poprov 2026, tetapi juga membangun fondasi menuju kompetisi yang lebih tinggi dan prestasi olahraga sepatu roda di tingkat nasional.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *