Example floating
Example floating
Ragam

PIKI Sulsel Desak Transparansi Seleksi Paskibraka, Khawatir Kasus Cathlyn Turunkan Semangat Generasi Berprestasi

222
×

PIKI Sulsel Desak Transparansi Seleksi Paskibraka, Khawatir Kasus Cathlyn Turunkan Semangat Generasi Berprestasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INFO CHANNEL.ID,MAKASSAR — Polemik yang mengemuka dalam proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia Sulawesi Selatan, Dr. Boas Singkali, meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi guna memastikan keadilan dan transparansi tetap terjaga.

Example 300x600

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul polemik yang dialami Cathlyn Yvaine Lesmana, yang memicu perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan terkait proses seleksi calon Paskibraka tingkat nasional.

Menurut Boas, persoalan yang terjadi tidak boleh dipandang sebagai kasus individual semata. Lebih dari itu, kejadian tersebut berpotensi memengaruhi psikologis dan motivasi generasi muda yang selama ini berjuang melalui jalur prestasi.

“Yang perlu dijaga bukan hanya hasil seleksi, tetapi juga kepercayaan generasi muda terhadap sistem yang ada. Anak-anak yang telah berjuang dan berprestasi harus yakin bahwa setiap proses berlangsung secara objektif dan profesional,” ujarnya.

Ia menilai, dalam beberapa waktu terakhir muncul sejumlah peristiwa yang melibatkan peserta didik berprestasi, mulai dari polemik kompetisi kebangsaan hingga seleksi Paskibraka. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi negatif di kalangan pelajar.

“Jangan sampai muncul anggapan bahwa kerja keras dan prestasi tidak lagi menjadi faktor utama. Jika itu terjadi, maka yang dirugikan bukan hanya individu tertentu, tetapi juga masa depan pembinaan generasi muda,” katanya.

Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Boas menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran prosedur atau adanya unsur kesengajaan dalam proses seleksi, pemerintah harus mengambil langkah tegas sebagai bentuk perlindungan terhadap integritas sistem.

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya berhenti pada klarifikasi, tetapi harus diikuti dengan tindakan nyata terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Kalau memang ditemukan adanya tindakan yang tidak sesuai aturan atau sengaja merugikan peserta yang berhak, maka harus ada konsekuensi yang jelas. Mereka yang terbukti melakukan pelanggaran sebaiknya tidak lagi dilibatkan dalam proses seleksi ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Paskibraka merupakan simbol pembinaan karakter, kepemimpinan, disiplin, dan nasionalisme generasi muda Indonesia. Karena itu, seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel.

Jaga Semangat Nasionalisme Generasi Muda

Lebih jauh, Boas menilai Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak ruang yang mampu mendorong lahirnya generasi muda berkarakter dan berjiwa kebangsaan kuat. Oleh sebab itu, berbagai program pembinaan harus dijaga kredibilitasnya.

“Saat ini kita sedang berupaya menanamkan semangat nasionalisme kepada anak-anak muda. Jangan sampai semangat itu justru luntur karena munculnya keraguan terhadap proses yang seharusnya menjadi contoh keadilan dan meritokrasi,” ujarnya.

PIKI Sulsel berharap polemik yang berkembang dapat menjadi momentum perbaikan sistem sehingga seleksi-seleksi prestasi di masa mendatang berjalan lebih transparan, profesional, dan mampu melahirkan generasi muda yang percaya bahwa prestasi akan selalu mendapat tempat yang layak.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *